Tuesday, 1 May 2018

Berkah Voucher buku : Dari Lawang Sewu hingga Sam Po Kong

(Dokumen pribadi)



“Merangkai kata, agar semua momen yang pernah terhadi, tetap terpatri tak hilang digulung waktu.”


Bermula dari kemenangan saya yang tidak terduga—di mana saya menjadi salah satu pemenang lomba meresensi buku karya Tere Liye “Matahari” yang diadakan Gramedia sekitar akhir bulan di tahun 2016,  Maka kesempatan menjejakkan langkah di kota lumpia terbuka lebar.

Sungguh ... awalnya saya tidak menduga akan terpilih menjadi salah satu pemenang. Mengingat lomba resensi ini, saya yakin akan banyak pesaingnya. Dan ketika saya intip beberapa resensi yang dilombakan, semua tulisannya sangat bagus-bagus.  

Tapi hari itu—tepatnya 22 November 2016, ketika hasil lomba diumumukan, dan membaca nama saya ada di sana, rasanya ... wow, hati ini seperti mau meledan. Antara percaya dan tidak percaya, juga rasa syukur karena kerunia Allah. Hei ... saya ini masih unyu banget dalam masalah resensi, masih belajar. Jadi ketika menyabet juara kedua itu sesuatu banget. Apalagi yang mengadakan adalah penerbit besar macam Gramedia.  Maka tidak ada yang lebih patut saya lakukan selain syukur kepada Allah, bukan? Kala itu hadiah yang akan saya dapat adalah voucher gramedia sebesar Rp 750.000,-  dan paket novel GPU.


Nah, sebagai seorang yang gila buku, pastinya hadiah itu sangat menggiurkan bukan? Begitu pula dengan saya.    Saya sangat tidak sabar untuk menghabiskan voucher tersebut. J

Tapi masalahnya adalah, fakta sedih yang harus saya terima, bahwa  di Jepara memang masih belum ada Gramedia.  Jika ingin memakai voucher, maka sudah barang pasti saya harus ke ibu kota Jawa Tengah, biar voucher tidak hangus percuma.

Maka saya pun mengajak adik saya—Al Ghazali dan siap berburu buku bersama. Kami berangkat pagi dengan bersepeda motor, mengarungi jalan berdebu dari Mlonggo ke Semarang. Lelah tentu saja. Tapi harga itu rasanya terbayar ketika kami sudah sampai di lokasi tujuan dan bisa memanjakan mata, mengambil buku-buku yang kami taksir.

Berhubung sudah di Semarang, maka sekalian saja kami meluangkan sedikit waktu untuk menapaki keindahan kota ini. 

Kami pun memutuskan mengunjungi “Lawang Sewu” setelah seharian berkeliling di Gramedia mencari buku. Tahu dong, kalau lawang sewu adalah bangunan tua yang sudah berdiri sejak zaman Belanda. Dan dulu merupakan gedung Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dan setelah merdeka  gedung ini dibuat sebagai kantor Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Dan konon katanya, lawang sewu itu memiliki aura mistis yang  kuat. Bahkan lawang sewu termasuk salah satu tempat terhoror se-Asia.

[Dokumen pribadi]

Tapi, berhubung kami datangnya siang, tentu saja rasa horor yang sering saya dengar tidak begitu terasa. Tapi tidak masalah, karena di sana, tetap menyimpan keindahan ruang, yang pastinya bisa buat diabadikan juga buat  foto narsis. Eh xixii :D


 [Dokumen pribadi]

Bagaimana tidak, bangunan yang memiliki banyak pintu dan jendela ini sangat artistik. Nggak rugi jika bertandang ke sini. Tapi selain itu, di sana kita juga bisa belajar tentang sejarah kereta api.

[Dokumen pribadi]

Selanjutnya setelah dari Lawang Sewu, kami langsug lanjut ke Klenteng Sam Po Kong. Konon katanya tempat ini adalah petilasan dari Laksamana Ceng Ho. Bangunan ini ternyata menyimpan kolaborasi unsur China dan Islam. Karena Laksamana Ceng Ho, dikabarkan sudah memeluk Islam ketika sampai di Semarang.


[Dokumen pribadi]

[Dokumen pribadi] 

Sayangnya di sini, saya hanya sebentar, karena memburu waktu pulang. Mengingat hari sudah semakin sore. Sedang saya harus segera balik ke Jepara, agar tidak sampai ke-malaman.  Yah ... semoga di lain waktu bisa kembali bertandang ke sini dan lebih dalam mengulik tempat bersejarah ini.

[Dokumen pribadi] 


Srobyong, 1 Mei 2018




2 comments:

  1. wah hebat ya jadi pemenang resensi novel matahari..
    hadiahnya bisa jalan-jalan . foto-fotonya keren banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Mbak, terima kasih. Kebetulan terpilih.

      Yah lumayan, sambil mencairkan voucher, jadi jalan-jalan juga :)

      Delete