Monday, 16 April 2018

[Resensi] Agar Rezeki Halal dan Berkah

Dimuat di Kedaulatan Rakyat, Minggu April 2018 


Judul               : Aplikasi Pencari Rezeki
Penulis             : Wusda Hesta & Achi TM
Penerbit           : Pastel Books
Cetakan           : Pertama, Januari 2018
Tebal               : 208 halaman
ISBN               : 978-602-6716-13-2
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara


Setiap orang sudah pasti ingin memperoleh rezeki yang banyak. Karena dengan begitu, kehidupan mereka bisa dijamin enak dan hidup bahagia karena semua tercukupkan. Oleh sebab itu banyak orang yang bekerja keras demi kelancaran rezeki. Bahkan ada pula yang sampai melalukan pekerjaan yang dilarang dan diharamkan agama. Padahal rezeki lancar saja tidak cukup menjadi jaminan hidup seseorang. Jika ingin memperoleh rezeki yang lancar maka kita juga harus memerhatikan cara memperolehnya—dalam artian harus halal, sehingga rezeki itu bisa menjadi berkah.

“Kalau kita mencari rezeki dengan ilmu yang baik, pasti kita akan menemukan rezeki sesuai dengan pilihan kita.  Ketika mencari rezeki dengan cara halal, kita akan mendapatkan hasil yang halal, lebih berkah dan lebih mengenyangkan ketika dimakan. Sebaliknya, ketika kita mencari rezeki dengan cara haram, sudahlah besar resikonya.” (hal 27).

Perlu kita sadari keberhakan rezeki itulah yang akhirnya akan membuat kita merasa cukup dan selalu bersyukur kepada Allah. Dan ketika kita selalu bersyukur maka kita pun akan selalu merasa bahagia. “Syukuri, jalani dan nikmati setiap proses hidup ini. Itulah kunci kebahagiaan.” (hal 39).

Agar rezeki kita halal dan berkah, maka yang perlu kita lakukan adalah bersikap selektif dalam memilih pekerjaan terlebih dahulu.  Meski gaji yang akan kita terima sedikit, yang terpenting pekerjaan itu halal. Jangan karena diburu ingin memperoleh banyak uang, kita menghalalkan segala cara untuk memperolehnya. Kita harus ingat, “gaji itu diatur manajemen manusia, sedangkan rezeki  diatur yang Mahakuasa.” (hal 41).

Perlu kita sadari  juga, hasil yang kita peroleh itu sesuai dengan apa yang sudah kita usahakan. Dalam usaha memperoleh rezeki, kita tidak boleh berpangku tangan karena alasan takdir.  Memang benar takdir manusia sudah diatur oleh Tuhan—baik rezeki, jodoh juga mati. Namun Kita juga harus tetap berusaha, dengan bekerja dan membuka jaring pertemanan.  Rezeki atau jodoh tidak mungkin datang sendiri, jika kita tidak mau berusaha menjemput. Dalam salah satu firman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 11 pun telah dijelaskan, “Sesunggunya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (hal 63).

Sebagaimana analogi dari laba-laba dalam mencari makan, dia mengecoh mangsanya dengan jaring-jaringnya yang terlihat seperti nektar bunga.  Jika laba-laba saja dalam mencari makan selalu berusaha lalu kenapa manusia tidak?

Buku ini sangat menarik dari segi pemaparan. Selain lugas dan aktual ditambah dengan berbagai analogi sebagai pendalaman materi dan pencerahan, buku  patut dibaca untuk memahami lebuh dalam cara memperoleh rezeki halal dan berkah.

Srobyong, 23 Maret 2018 

No comments:

Post a Comment