Wednesday, 12 July 2017

[Resensi] Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh

Dimuat di  Koran Jakarta, Jumat 16 Juni 2017


Judul               : The Complete Guide of Fasting
Penulis             : Dr. Jason Fung & Jimmy Moore
Penerbit           : Baca
Cetakan           : Pertama, Juni 2017
Tebal               : x + 364 halaman
ISBN               : 978-602-6486-09-7
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumna Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara.

Secara historis puasa sudah dipraktikkan secara luas. Namun kebanyakan orang tetap mempercayai mitos-mitos fundamental mengenai bahaya puasa. Di mana kebanyakan mempercayai bahwa puasa akan membuat kita dalam mode kelaparan, tubuh kehilangan protein, menurunkan kadar gula darah, membakar otot dan akan kalap makan ketika berbuka (hal 85).  Padahal  semua anggapan itu salah.

Menurut para dokter dan  pakar kesehatan, mengungkapkan puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Buku karya Dr. Jason Fung dan Jimmy Moore ini, mencoba mematahkan mitos-mitos salah yang tidak memiliki aturan. Dalam buku ini penulis selain memaparkan manfaat puasa,  juga melengkapi dengan kisah-kisah yang dialami para pasien yang sudah menerapkan terapi puasa, sehingga tubuh mereka terasa lebih sehat dan bugar.

Puasa bermanfaat untuk  menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan, secara tidak langsung ketika kita menjalankan puasa, kita telah mengurangi porsi makan. Jika biasanya kita makan sehari tiga kali, maka ketika puasa, kita hanya makan dua kali sehari. Yaitu ketika berbuka dan sahur. Di sini secara tidak langsung, dalam berpuasa, kita telah merubah pola makan yang sehat dan teratur. 

Di samping itu, sebagaimana diketahui ketika tidak puasa, insulin akan meningkat dan menghalangi pembakaran lemak. Karena insulin adalah pendorong utama obesitas—kegemukan dan diabetes.  Sebaliknya puasa adalah cara paling efektif dan efisien untuk menurunkan kadar insulin sekitar 50% dan menurunkan berat badan (hal 139).

Puasa mengobati diabetes tipe 2. Bisa dibilang diabetes tipe 2 adalah penyakit kelebihan glukosa, di dalam darah dan juga di dalam tubuh.  Sedangkan cara ampuh untuk menghilangkan glukosa dalam tubuh adalah dengan puasa. Karena puasa bisa bisa membakar kelebihan glukosa, juga mengurangi karbohidrat (hal 166-167).

Puasa meningkatkan kekuatan otak. Dalam  sebuah studi mengenai ketajaman mental dan puasa, tidak satu pun dari berbagai faktor yang diukur—termasuk perhatian berkelanjutan, fokus perhatian, waktu reaksi sederhana dan memori langsung—ditemukan mengalami gangguang. Studi lainnya mengenai pengurangan kalori nyaris total selama dua hari tidak menemukan efek merugikan terhadap kinerja kognitif, aktivitas, tidur dan suasana hati. Itulah yang terjadi pada otak kita (hal 180).  Puasa jelas membatasi kalori, di mana dengan pengurangan kalori, memori akan meningkat secara signifikan, serta aktivitas sinaptik dan elektrik dalam otak juga mengalami peningkatan.

Puasa memperlambat penuaan. Menurut Amy Berge, penggiat puasa yang memiliki  gelar master ilmu gizi juga penulis buku The Alzheimer’s Antitode, memaparkan, “Puasa bisa membantu mempercepat autofagi dan pembersihan jaringan tua dan rusak tubuh.”. Selain itu dijelaskan puasa juga merangsang hormon pertumbuhan, yang memberi sinyal untuk memproduksi bagian-bagian sel yang baru, sehingga tubuh mendapatkan peremajaan secara sempurna. Karena memicu penghancuran bagian-bagian sel lama dan pembentukan bagian-bagian sel baru. Oleh karena itu pantas jika puasa disebut sebagai salah satu antipenuaan yang paling ampuh (hal 184-185).

Puasa meningkatkan kesehatan jantung. Kolesterol darah yang tinggi diangap sebuah faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk di antaranya serangan jantung dan stroke.  Dan faktor risiko penyakit jantung lainnya adalah sejenis  lemak yang disebut trigliserida. Ketika simpanan  glikogen di dalam hati sudah penuh, hati mulai  mengubah kelebihan karbohidrat menjadi trigliserida. Trigliserida ini kemudian dikeluarkan dari hati sebagai lipoprotein densistas sangat rendah (very low density lipoprotein—VLDL) digunakan untuk membentuk LDL—kolesterol jahat.

Di sini dipaparkan dengan puasa, maka kita bisa mengurangi kolesterol yang merupakan faktor terjadinya penyakit jantung. Puasa juga menurunkan karbohidrat. Dan dengan berkurangnya karbohidrat, secara tidak langsung juga menyebabkan turunnya LDL—kolesterol jahat (hal 195). Mark Twain berkata, “Sedikit rasa lapar bisa benar-benar bermanfaat bagi kebanyakan orang sakit ketimbang obat dan dokter terbaik.”.

Betapa banyak sekali manfaat berpuasa. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita bersyukur, di bulan suci ini selain kita bisa panen pahala dengan berpuasa, secara tidak langsung kita juga berupaya menjaga kesehatan.

Srobyong, 12 Juni 2017 

No comments:

Post a Comment