Sunday, 1 May 2016

Wisata Sejarah Gua Manik Pecatu Park & Benteng Portugis

Doc. pribadi

Sabtu, 30 April 2016.  Aku bersama adikku—Zali dan temannya—Teguh lalu ditambah Mbak Ami. Kami berempat memutuskan memulai perjalanan ke Pantai Pecatu Gua Manik (Gua Manik Pecatu Park), Banyumanis, Donorojo, Jepara. Kami berangkat kurang lebih pukul satu siang. Membelah panasnya cuaca, mencoba mencari sejumput keindahan alam yang Allah ciptakan.

Kami sangat paham jika untuk mencapai tempat Gua Manik, kami harus melewati perjalanan yang cukup panjang. Melewati jalan berkelok yang hanya berdiri pohon-pohon karet di sepanjang jalan.  Tapi karena memang sudah ada niat, kami pun terus menerjang.

Dimulai dari perjalanan Pasar Mlonggo, melaju mengikuti rute Bangsri lalu melewati  Kembang, dan melewati  Keling.  Di sini, kami sudah disuguhi keindahan alam hutan karet yang memang sudah menjadi rute perjalanan.

Meski perjalannya cukup melelahkan, tapi keindahan jalan yang indah menjadi suguhan hangat tersendiri. Suasana alam sudah sangat terasa sebelum kami sampai di Gua Manik. Alhamdulillah perjalannya termasuk sangat lancar, dua rider—Zali dan Teguh melaju dengan cepat dan tepat. Berbelok-belok mengikuti jalan hingga akhirnya kami sampai di tempat tujuan tepat pukul dua siang.  Lokasinya sekitar 50 meter dari “Rumah Sakit Kusta Donorojo.”

Dan wow, rasa capai yang sempat menjalar, rasanya langsung rontok, ketika sudah tiba di tempat yang sangat luar biasa. Pemandangan hijau yang terhampar dan nampak perbukitan nan indah, membuat kami merekah. Memang Maha Besar Allah dengan segala keindahan yang diciptakan.
Dan Jreng, inilah penampakan Pantai  Gua Manik.

Doc. pribadi


Doc. pribadi

Doc. pribadi


Doc. pribadi



Gua Manik Pecatu Park ini baru dirilis April 2010, lho. Masih cukup mudah ya usianya? Hhehh berasa apa coba.  Pantai ini dibangun dengan  tujuan menyelamatkan dan pemanfaatan aset, pemberdayaan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja di sekitar Gua Manik. [1]

Jika ingin melihat lebih jelas lagi keindahan pantai ini, bisa dengan menaiki mercusuar, atau disebut juga menara padang yang ada tidak jauh dari tulisan raksasa Gua Manik.  Nah ini foto yang diambil dari mercusuar.

Doc. pribadi



Puas menikmati keindahan dan sejenak mengabadikan beberapa moment napak tilas kami pernah menjejak di sana, kami melanjutkan perjalanan untuk menelusuri lagi lebih ke dalam. Mencoba melihat pantai yang terlihat nampak penuh gelombang. Dengan hamparan pasir putih yan bersih dan cantik. Ah, iya dari sini kami juga bisa melihat Pulau Mandalika, dengan cukup jelas dari pantai.

Jujur tujuan kami memasuki lebih dalam kearea Gua Manik, sejatinya karena kami sangat penasaran ingin melihat Gua Manik itu sendiri. Karena kami mengira mendengar namanya itu, pasti bersinggungan dengan sebuah gua. Tapi, sedari tadi kami cari tak ada tanda-tanda ada gua. Kecuali ada sebuah perbukitan yang cukup tinggi. Yang pada akhirnya kami daki. Di sana ada Gardu Pandang. Menikmati indahnya keindahan dengan duduk tenang. ^_^ 

Doc. pribadi


Meski ternyata itu bukan tujuan yang kita cari, tapi melihat pemandangan yang terhampar sangat indah—keindahan perbukitan, pantai dan pulau mandalika dari puncak, mengurangi rasa lelah dan sedikit kecewa. J . Yah, di sana adalah puncak yang biasanya digunkana untuk mendaki.  

Dan kami baru mengetahui setelah turun dari bukit kalau di sini memang tidak ada Gua Manik. Tapi kenapa diberi nama Gua Manik? Ini karena kebetulan letak pantainya berada di Gua Manik. Hhehh.
Tapi ada selentingan sih, kalau sejatinya ada sebuah gua di sana, hanya saja yang bisa melihat gua itu hanya orang-orang tertentu. Biasanya jika ingin melihat harus melakukan puasa mute “puasa dengan buka hanya nasi putih” selama 40 hari.  Wallahua’lam.

Oh ya, bagi yang ingin mengunjungi tempat ini, harga yang diberikan cukup terjangkau. Satu orang hanya 2.500.  Murah tapi pemandangannya indah. Recomended, kan?

~*~

Setalah dari  Gua Manik Pecatu Park, rasanya tidak afdol jika tidak sekalian mampir ke Benteng Portugis.  Karena letaknya memang tidak terlalu jauh. Dan dalam perjalanan, kami kembali disuguhi keindahan perbukitan nan indah yang membuat berdecak kagum. Sayangnya kami tidak terlalu lama, karena mengingat, kami harus menyesuaikan waktu agar tidak kesorean ketika pulang. J


Doc. pribadi


Doc. pribadi


Pernah dengar tentang istilah benteng Portugis? Atau ketika Indonesia masih dalam masa penjajahan. Yup, bener banget. Ini adalah peninggalan dari bukti sejarah itu. Benteng Portugis. Terletak di desa Banyumanis kecamatan Donorojo, Jepara. Tempat yang bersejarah dan juga memiliki pesona pemandangan yang indah.  

Doc. pribadi


Benteng ini, dibangun di atas sebuah bukti batu di pinggir laut. Lalu di depannya terhampar pulau Mandalika, sehingga pulau itu bisa jelas terlihat dari pantai.   

Doc. pribadi


Sebenarnya masih ada beberapa tempat yang asyik dinikmati ketika sampai di benteng Portugis, seperti batu sedimen  yang menjadi salah satu icon di Benteng Portugis juga sebuah gazebo di bagian atas tempat meriam berada. Tapi mengingat waktu sudah beranjak sore, kami memutuskan pulang. ^_^ biar tidak kesorean sampai rumah. 

Oh iya, jika mau ke sini untuk tiketnya memang masih agak mahal di sini daripada di Gua Manik. Tapi tetap terjangkau hanya 4000 per orang.  Murah dapat melihat pemandangan indah. 

2 comments:

  1. Subhanallahhh...
    Tempatnya begitu hijo dan indah di gua mandalika mbak

    Trus yg bnteng portugis itu yg dlu prnah smean knjungi breng tmen2 kkn smean ya mbak? Hhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini di Gua Manik Pecatu Park Rohma, dari sini dan dari benteng portugis bisa melihat pulau mandalika. Iya, kemarin aku butuh yang hijau-hijau buat refersh otak, makanya pengen ke sini. :)

      Eh iya dulu bareng teman KKN juga ke benteng portugis tapi nggak sampai explore di depan, kami malah dari belakang buat lihta meriamnya. hehhh

      Delete