Sunday, 29 May 2016

[Cerpen] Beras Subsidi

Dimuat di Koran Pantura, Edisi; Senin 16 Mei 2016

*Kazuhana El Ratna Mida
            Aku benci beras subsidi. Makanya segera kusuruh Marti memberikan beras subsidi yang didapat beberapa jam lalu kepada ternaknya. Sungguh tak pernah terbesit dalam otak udik yang kumiliki. Ternyata mereka orang yang berdiri di singgasana, ciptaan para rakyat jelata sangat tak menghargai keberadaan kami yang duduk leseh di mana-mana, demi sesuap nasi.
            “Kenapa, Ras?” tanya Marti bingung.
            Yah, aku tahu dia ragu. Menatapku agak lama dengan gumpalan air yang hampir tumpah. Aku hanya menggeleng sambil menatap pada ayam-ayam milik Marti.
           


Ternyata dimuat juga di  Tabloid Banger yang masih satu naungan 
dengan Koran Pantura. Edisi Januari-Maret 2016 


6 comments:

  1. Replies
    1. Iya ini dari sudut pandang beras, Mas. Aku mencoba bercerita dengan menghidupkan tokoh beras.

      Delete
  2. Dan akhirnya saya baru ngeh klo nama Ras itu Beras. Sudut pandang yng diambil bagus mbak. Temanya hangat dan ssuai realita. Tatanan alurnya pun kerenn lahh.. hhee
    Tpi bnyak typonya mbak.e
    Xixiixixi yg pnting kereeeennnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkenan mampir dan membaca Rohma ^_^

      Delete
  3. Uweee, makin cakep penanya Mbak Ratna. Super, deh. (Y)

    Soal beras, ini memang bikin miris. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mbak, ii sejatinya malah cerpen lama lalu aku rombak dan kirim ^_^

      Iya beras bikin miris :(

      Delete