Friday, 25 March 2016

[BlogTour] Review Come Back To Me — Arini Putri


Antara Mimpi, Cinta dan Penantian

Judul Buku                  : Come Back To Me
Pengarang                   : Arini Putri
Harga Jual                   : Rp 77.000
Isbn/Ean                      : 978-602-70362-5-3
Bulan/Tahun Terbit     : Januari 2016-03-25
Panjang x Lebar          : 13 x 19 cm
Jumlah Halaman          : 386 hlm
Genre                          : Contemporary Romance
Kategori                      : Novel 

Blurb:
SENNA
“Mataku tak bisa melihatnya, tapi aku merasa mengenal Ced lebih dari siapa pun. Dari tangan kasarnya, aku tahu dia adalah pekerja keras. Dari suaranya, aku bisa tahu betapa renyah tawanya. Dan tak peduli sesingkat apa pun kami bersama, kenangannya selalu bertahan lebih lama di dalam benakku.”

CED
“Mata almond Senna tak pernah terlihat sama. Terkadang gelap, terkadang mengeluarkan binar yang luar biasa indahnya. Lambat laun membuatku jadi egois, berharap sepasang mata miliknya itu bercahaya karenaku saja.”

*
Ced ternyata baru menyadari, hatinya sejak lama sudah jadi milik gadis itu,
seperti halnya hati Senna sudah dimiliki oleh laki-laki itu.
Namun ketika akhirnya menyadari cintanya pada Senna, Ced malah dihadapkan pada dilema yang teramat sulit untuk dihindari: antara harus memilih kebahagiaannya sendiri atau kebahagiaan gadis itu.
~*~
“Kadang ada yang lebih berharga dari impian kita. Kebahagiaan orang itu, lebih berharga dari ambisi kita.” (hal. 294)

Ced adalah pemuda yang memiliki ketertarikan terhadap furnitur. Sayangnya ketertarikannya itu tidak mendapat dukungan dari  sang ayah. Tapi Ced tidak peduli, demi mengerja mimpinya itu dia rela melepas kemewahan dan fasilitas dan keluarganya yang berada. Ced menghabiskan seluruh tabungannya  dan  membangun carpentry studio bersama, Malik—sahabatnya, Tanu,  Paman Widi—guru sekaligus orang yang sudah dianggap sebagai ayahnya sendiri. Berharap suatu hari mereka bisa membangun toko furnitur besar.  (hal. 5)

Ini carpentry studio versi aku

Ced tahu mengejar mimpinya itu tidak mudah, tapi dia juga tidak mau selamanya dijadikan boneka oleh sang ayah. Sejak kecil hidupnya dikontrol,  tidak bisa bebeas bergerak. Karena itu dia ingin membuktikan pada ayahnya bahwa dia bisa mewujudkan mimpinya sendiri.

Menilik masa lalu Ced yang semang selalu diatur membuatnya tumbuh menjadi sosok yang cukup tertutup dan  kurang bersosialisasi. Bahkan Ced pun kurang sinar matahari, bahkan mendapat julukan vampire karena memiliki selalu terlihat pucat.  Selama ini Ced memang selalu menghabiskan kesehariannya dengan balok-balok kayu dan peralatan pertukangan.

Imajinasiku tentang sosok Ced  itu Kim Woo Bin

Tapi kehidupannya berubah ketika pada suatu waktu dia menangkap sebuah gambar gadis cantik di kameranya. Gadis yang membuatnya merasa bersalah karena pernah mengatakan kata-kata tidak sopan. (hal. 30)

Senna, itulah gadis yang tertangkap kamera Ced. Gadis bermata almond. Gadis itu memang tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dengan  manik mata indah juga senyum yang menyenangkan. Hanya saja kecelakan yang pernah terjadi pada usianya yang kesepuluh, telah membuat Senna harus rela kehilangan matanya. Tak ada lagi cahaya dalam hidupnya. Tapi didikan keras dari sang ayah membuatnya tumbuh menjadi gadis tegar.  Senna menjadi pemasok cookies di kafe Bittersweet.
Imajinasku tentang sosok Senna itu Park Shin Hye

   dan kafe bitteesweet

Dari rasa bersalah itu, lah yang kemudian menuntun Ced untuk mengenal Senna. Membuat dia menjadi sosok yang dirinya sendiri tidak tahu kenapa. Melihat gadis itu membuatnya terpaku seperti orang bodoh. “Ini gila. Baru kali ini dirinya membeku dan tak sanggup berkata apa-apa karena seorang gadis. Rasanya begitu aneh dan Ced juga tidak mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.” (hal. 44)

Ced benar-benar berubah setelah itu. Jika dulu dia suka mengurung diri di studionya, sekarang dia suka berlama-lama keluar. Khususnya di hari jumat. Bertepatan dengan  waktu Senna berkunjung ke Bittersweet. Dia dengan sabar akan mengikuti gadis itu hingga sampai di rumah memastikan Senna pulang dengan selamat.  Senna sendiri tidak pernah tahu jika selama ini ada seseorang yang selalu memerhatikannya dari jauh. Sampai pada suatu ketika insiden hujan-lah yang membuatnya mengenal Ced. Dan itulah awal pertemana mereka.

Ced merasa nyaman berada di samping Senna yang memiliki aura kebahagiaan yang tak pernah didapatkannya. Gadis itu sungguh berbeda dengan orang-orang yang selama ini dia kenal. Begitupun dengan Senna, dia senang bisa mengenal Ced yang baik hati juga pekerja keras.  Satu lagi, Ced tidak pernah menyinggung akan kebutaannya.

Kebersamaan itu tanpa mereka sadar tentu saja menumbuhkan perasaan lain di antara mereka. Hanya saja Senna terlalu takut. Dia menyadari siapa dirinya. Dan dia tidak mau serakah dengan mengharap cinta mengingat keadaannya sekarang. Begitupun Ced, dia memang sangat menyukai Senna, tapi sejak melihat ketakutan Senna ketika dia menunjukkan perasan sukanya, membuat Ced berpikir ulang. Jika dengan menjadi teman dia tetap bisa berdekatan dengan gadis itu. Maka dia akan rela melakukannya.

Tapi ternyata tak semudah itu. Sebuah masalah timbul pada carpentry studio, gadis yang disukai--Senna, juga tentang ayahnya. Ced berada dalam kebimbangan haruskan dia bertahan demi mimpinya atau kebahagiaan Senna.  
~*~

Ini novel Arini Putri yang pertama kali aku baca. Tapi aku suka dengan gaya bahasa berceritanya yang renyah dan asyik untuk diikuti. Pelan tapi membuat perasaan tidak menentu, karena menunggu  kejutan-kejutan apa yang dibuat dalam pergantian bab. Penjabaran settingnya juga cukup detail dan membuat hanyut dalam cerita itu. Arini sukses membuat emosiku tertaduk-aduk ketika membaca novel ini. Menggemaskan.

Novel ini sejatinya simpel. Penulis fokus pada tokoh Ced dan Senna. Menggambarkan dengan detail karakter tokoh hingga mudah dibayangkan bagaimana sosok Senna dan Ced.  Namun begitu tokoh-tokoh yang lain seperti, Tanu, Malik, Karin dan Pak Widi juga memiliki peran penting yang membuat cerita semakin berwarna. Sebenarnya aku ingin ada kejutan tersendiri tentang sosok Malik dan Karin. Hheh. Entah kenapa setiap ada Karin, seolah Malik seolah mendorong  Ced untuk selalu bersikap baik. Mungkin karena sesuatu. [Imajinasi sendiri] J Abaikan.

Keunikan dalam novel ini adalah pilihan profesi yang dipilih. Karena memang sangat jarang dari novel-novel romence yang kubaca, menjadikan tokoh utamanya bermimpi menjadi  seorang tukang kayu. But, aku salut penulis mampu menjelaskan detail tentang profesi tukang kayu.sehingga terkesan benar-benar nyata. Juga tentag filosofi kayu itu sendiri. Begitupun dengan pekerjaan Senna sebagai cookies. Sebenarnya biasa saja, tapi karena Senna adalah tuna nertra maka itu menjadi berbeda dan pasti penuh tantangan.

Tema tukang kayu dalam novel ini seolah menyindir tentang pekerjaan tukang kayu yang kadang suka dipandang sebelah mata yang termaktub dalam percakapan ini.

“Kamu yakin bisa terus hidup dari kayu-kayu ini?”

“Ced, ayah enggak besarin kamu kamu buat jadi  tukang kayu. Ayah enggak didik kamu buat megang palu, motong kayu, pakai kaus lusuh kayak gitu, kamu yakin itu mimpi atau kebodohan?” (hal. 147-148)

“Ingat Ced, Ayah enggak akan ngebiarin anak Ayah menjadi tukang kayu lusuh ... di tempat kumuh kayak gini.” (hal. 148)

Padahal, tukang kayu itu pekerjaan halal dan memiliki banyak manfaat. Coba kita berpikir sebentar, jika tidak ada tukang kayu, memang siapa yang akan membuat kursi, meja juga almari dan teman-teman lainnya itu? Maka tak seharusnya orang itu meremehkan pekerjan orang lain.

Masih ditemukan beberapa keselaan dalam penulisan dalam buku ini. Seperti penulisan kita yang menurutku seharunya ditulis kami, karena menyesuaikan artinya. (hal. 9). Lalu penulisan terbalik, di mana harusnya itu ditulis Ced, tapi malah ditulis Malik—seru Malik, berusaha membujuk Malik.  (hal. 21) Kurang tanda titik (hal. 94)

Alur dalam novel ini juga cukup lambat. Aku selalu menunggu-nunggu, kapan masalah terberat dalam novel ini? Kapan klimak cerinta, tapi ternyata aku harus sabar dan berhati-hati untuk mencapai puncaknya.

Tapi lepas dari kekurangannya ..., Come Bacak To Me adalah novel Contemporary Romenance yang recomended untuk dibaca. Tentang keluarga, cinta dan mimpi. Serta kesabaran.  Membaca novel ini  akan membuat kita  gemas dan jatuh cinta dengan tokoh-tokohnya serta cerita itu sendiri.

Novel ini mengajarkan sesuatu yang berharga. Berani mengejar mimpi serta menerima takdir Tuhan dengan lapang. Serta mengingatkan, bahwa sebagai sesama manusia kita tidak boleh menghakimi orang lain berdasarkan propesi yang ditekuni. Juga beberapa pesan yang termatub  dalam quote yang manis.

“Daripada nunggu orang lain minta maaf, lebih baik kita yang  ngucapin itu dulu. Minta maaf itu enggak dosa, kok. Enggak memalukan juga.” (hal. 114)

“Buat bahagia itu nggak susah, kok. Dalam keadaan apapun seharusnya kita bisa bahagia, karena bahagia itu pilihan. Kunci terbesarnya, menikmati apa yang kita punya dan enggak serakah.” (hal. 115)

Photo Challenge

Wah, ternyata sudah sampai tahap ini. Jujur dari semua step yang harus aku lakukan dalam blog tour ini, photo challenge adalah yang paling susah. Karena aku selalu kesulitan pasang muka sedih kalau foto. Soalnya lebih suka foto tebar senyum gitu.

Nah sudah kelas, tinggal nunggu Giveawaynya, akan ada satu novel buat kamu. Tetap pantengin aja, ya

Eh tadi, kan aku dah ngasih gambaran ala aku yang emang demen Korea tentang sosok Senna dan Ced, kalau menurut kamu mereka mirip siapa, sih? Nggak harus artis korea, kok bias artis mana saja. Hehh. Kan bebas berimajinasi, gambar sendiri juga boleh J


48 comments:

  1. Dan akhirnya kebaca juga cerita dibalik Ced dan Senna. Jadi penasaran lagi buat baca novelnya Mbak Arini, hheee

    Kalau menurut versiku,
    Ced dan Senna itu mirip siapa ya,., ehmm
    Aku nggak terlalu hafal arti Korea lho mbak :3
    Tapi, aku lebih suka kalo tokoh Ced nya dimainakn sama Lee Min Ho. Entah mengapa, artis Korea ini menarik minatku denganaktingnya yang bisa untuk antagonis maupun protagonis hhee
    Nha, sedangkan tokohh ceweknya, aku ini juga tambah ga tau lagi,
    Tapi, mungkin aku lebih suka dengan wajah kalem dan senyum simpulnya Ga Eul yang dulunya pernah menjadi sahabat dari Geum Jan di di folm BBF hheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak harus Korea kok Rohma, saking ini aku kebayangkan dua artis itu Kim Woo Bin dan Park Shin Hye.

      Lee Min Hoo sama Kim So Eun, ya ^_^ dia juga terlihat polos

      Delete
    2. Nggak harus Korea kok Rohma, saking ini aku kebayangkan dua artis itu Kim Woo Bin dan Park Shin Hye.

      Lee Min Hoo sama Kim So Eun, ya ^_^ dia juga terlihat polos

      Delete
  2. Imaginary castnya tjakep, kak! Cocok sih kayaknya jadi Ced dan Senna, mereka serasi banget. Kalau aku, ngasi rekomen dari artis Indonesia ya. Ced itu Adipati Dolken, Senna itu Maudy Ayunda. Eh, kok malah reunian setelah main film itu? Haha..
    Sedih banget pasti kalau jadi Ced. Keluarga utamanya orang tua yang biasanya menjadi supoter paling wahid, malah tidak setuju dengan pasion dan keinginan anaknya. Hmm :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya :( berasa gimana gitu kalau orangtua tidak menyetuji mimpi yang kita punya.

      Delete
  3. Imajinasi saya sama Ced dan Senna: Kim Soo Hyun dan Park Shin Ye. Hehe, sudah cari artis kita tapi nggak dapat. Masih lari ke artis Korea.😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhe iya Mbak, entah kenapa bolak-balik suka lari ke sana hehh

      Delete
  4. Yoi, masih beljar buat review nih mbak. Intip blog pny mb ratna jg:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama aku pun masih belajar review, semoga bermanfaat intip-intip di sini :)

      Delete
  5. Hmm, interesting. Seorang tukang kayu ... tp cakep, hee. Teruss, itu, anu kayake baru sekali ini tengok potret Mba Ratna in cloudy face, hehe. Jadi pangling, :D

    Well, kl kt aku mah Ced itu cocok sama Chow Yun Fat sementara Senna by Jody Foster. Yup, right, deal. Hi, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhh, nek suruh imajinasi pasti aku milih yang cakep, lho hehh. Wah Chow Yun fat :D

      Nah itu Mbak, Dinu, biasanya facenya kan suka tebar senyum ini disuruh pose sesedih mungkin :( Dan ternyata sulitnya minta ampun. Xixixii

      Delete
  6. ekspresimu Kak :D hahahah
    aku pengen kenal Ced T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, iya itu ekspresi yang entah. :( soalnya pasang face galau itu susah amat T_T
      Ayuk-ayuk kenalaan sama Ced, lihat Kim Woo Bin dulu, lho hehhh

      Delete
  7. I desperately madly really want read this novel! Yaayyy

    ReplyDelete
    Replies
    1. IKutin BlogTournya kakak, siapa tahu bisa dapat novel ini. Ganbatte ^^

      Delete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Ced cocoknya diperanin sama Baro😁 kalo Senna cocoknya sama Katie Leung😻

    ReplyDelete
  10. Aku kok malah lebih fokus ke hasil-hasil photo challengesnya yah hahah
    Keren-keren sih ekspresinya kakak-kakak host 😁

    Kembali ke Ced dan Senna, kupikir cocok juga versi k-dramanya 😍
    Tentang profesi Ced, buat saya sih spesial ditambah lagi dengan sosok Senna yang tidak kalah luar biasa. Ini novel walau belum baca tentu akan berpotensi bikin baper.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhheh iya susah banget itu photo challengesnya, buat baper juga. Karena tak pernah foto galau, saingan sama novel yang bikin baper hehhh

      Delete
  11. Waktu baca karakter Ced, ingatnya malah Lee Jongsuk karena "pucat" terus waktu baca karakter Senna, malah ingat Amanda Seyfried. :D
    Duh, profesinya Ced bikin penasaran.

    ReplyDelete
  12. Jadi mbak Ratna kalo galau kayak gitu ya? :p

    Jadi Ced ngikutin Senna ya. Apa jangan" Ced yg bikin...
    Terus gimana dong caranya Senna bisa jadi cookies? Tema yg unik
    Jadi penasaran sama novelnya. Abis belum pernah baca Contemporary Romance.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hheh itu piye, aku rak tahu pose galau hehh :v

      Jangan-jangan apa, Fitra ...? Jangan baper, lho hehhh

      Delete
  13. Karena visualisasinya pake artis Korea, aku jadi inget Song Hye Kyo pas main di salah satu dramanya, The Wind That Blows apa deh, aku lupa. Suka sama aktingnya.
    Dari review ke review, aku makin dibuat jatuh cinta sama Ced ini. Berharap banget buat dikirimin Ced sama Tuhan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Song Hye Kyo memang selalu keren aktinya, :D dari tahun ketahun nambah cantik saja xiixi.

      Delete
  14. Duh, aku gak gitu ngeh sama artis korea. Terus mirip siapa coba? Maunya sih baca dulu semua sampai tuntas, agaknya baru kebayang tuh pada mirip siapa. Jangan-jangan mirip yang punya blog. Aw!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhheh malah mirip yang punya blog, :D Mbak Kayla ada-ada saja xiixi :v

      Delete
  15. Setuju kak, profesi di buku ini unik bgt. Tukang kayu. Jadi bisa menilik sedikit kehidupan tukang kayu ya ^^

    Kalo aku Ced pengen aku gambarin sebagai Lee Jongsuk dan Senna adalah Goo Hyesun. Aku baca karakter Senna langsung keinget Goo Hyesun di Angel Eyes yang juga berperan jadi gadis buta. Karena aku suka pas dia meranin gadia buta langsng aja kupilih Goo Hyesun sebagai dream character buat Senna ^^ hehe... cocok ga ya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya melihat bagaimana pandangan orang terhadap pekerjaan ini.
      Wah aku juga suka Lee Jong Suk. Goo Hye Sun cuka memiliki wajah cukup polos dan juga awet muda. Duh aktris-aktris Korea kayaknya memang pada awet mudah hehh :v

      Delete
  16. Sebenarnya inti cerita Ced dan Senna adalah meraih mimpi dan kisah cinta yang sederhana.

    Mereka berdua punya mimpi yang ingin sekali dicapai. Ced yang terhalang ambisi besar ayahnya yang selalu mengatur segala kehidupannya. Sedangkan Senna yang dahulunya sudah bisa menerima kekurangan pada dirinya kini merasa ia harus mewujudkan apa yang sebenarnya ia impikan. Bagaimana perasaan cinta dan impian yang sangat kecil dari seorang gadis buta yang menginginkan melihat dunia, memandang orang yang dicintainya tiap kali mereka berada disisinya. Tema yang sederhana ini makin menarik saat dibumbui kisah cinta diam-diam yang dialami Ced dan Senna. Kisah cinta mereka tidak diungkap secara eksplisit, tapi mampu memikat dengan ungkapan dan interaksinya.

    Arini sukses besar menyatukan dua karakter yang berbeda antara Ced dan Senna.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup benar banget. Itulah hebatnya Kak Arini cari kisah cinta yang sederhana tapi cara meramunya membuat banyak pembaca jatuh cinta ^_^

      Delete
  17. Aku belum pernah sekalipun baca buku dari kak Arini. Tapi jika dilihat dari ide ceritanya sih menarik, tentang perempuan tuna netra.
    Judul buku ini menurutku ngena banget. Dalam arti, baru dilihat dari judul aja kita udah bisa tahu kalau cerita di dalamnya banyak menyajikan kisah tentang sepasang kekasih yang saling merindukan kehadiran satu sama lain. Dan... dari situ saja kita sudah dibikin baper, haha.
    Oh iya, tagline buku ini juga ngga kalah baper euyy: Kapan Pulang? Aku Rindu :))
    Duhhh... kapan ya ada orang yang bilang gitu sama aku? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih judul sudah bikin baper, pun tag line-nya.

      Delete
  18. Dari keliling baca Come Back to Me, saya mulai memiliki gambaran sendiri tentang kisah ini. Menarik! Jadi semakin penasaran! Dan yah, aku cukup setuju dengan aktris pilihan kak Ratna. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik ada yang setuju, hehhh ^_^ Pengen nyatuin Kim Woo Bin sama Park Shin Hye hehh.

      Delete
  19. Menurutku ceritanya mengharukan.
    Kedua tokoh sama-sama memiliki luka dan rahasia, sama-sama ingin membahagiakan orang yang disayang, sama-sama memiliki perbedaan (diluar fisik ya), dan cinta hadir diantara mereka berdua itu wajar. Cintanya bukan cinta menye-menye seperti cinta monyet. Mereka sama-sama rela berkorban, tak ingin melukai perasaan dan aku rasa, mereka sama-sama kesepian. Meski Ced memiliki teman, tapi berbeda konteksnya dengan keluarga.
    Dibalut cover kayu berwarna coklat yang manis dan hangat, juga bunga sebagai lambang cinta, serta kerinduan lewat tagline utama "Kapan pulang? Aku rindu" membuat pembaca menginginkan Ced dan Senna bisa dipeluk-peluk.
    So can't wait, semoga aku beruntung.

    *eh itu yang saking cintanya sama drama korea, mereka ga bisa bersatu di The Heirs jadi disatukan disini, hehehe :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhahh ini tahu aja, sih. Jadi gemes. Meski suka Lee Min Hoo, tapi Kim Woo Bin juga keren, lho malah bahas Korea. Iya cerita cinta Senna dan Ced mengharukan di sini :)

      Delete
  20. Ceritanya pasti seru. apalagi di sini Senna secara fisik tidak sempurna. Karakter tokohnya pun menarik. Gak sabar pengen baca novel satu ini.

    ReplyDelete
  21. Iih Kim Woo Bin 😆 penasaran deh aku , kalo imajinasi aku nantinsetelah membaca ini siapa ya kira2 ? 😆

    ReplyDelete
  22. Kalau Kim Woobin itu aku langsung bayanginnya dia lagi pakai seragam celana kodok atau rompi atau apron yang biasa dipakai di bengkel. Pas deh. Keinget dia main di film Technician kalau ga salah. Tapi dengan begitu aku pun jadi bayangin Ced adalah orang yang jahil kayak perannya Woobin :D

    Park Shinhye cocok juga menurutku sebagai Senna. Karena dia kan orangnya lemah gemulai. Feminin sekali. Nggak ada tampang preman ehehe. Tadinya aku kira akan memilih Song Hyekyo atau Han Hyojoo sebagai Senna soalnya mereka berdua kan sudah pernah main sebagai orang buta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhheh iya sih, Song Hye Kyo juga polos tapi melihat akting dan peran-peran Park Shin Hye dia selalu cocok jadi apa saja. hehhh

      Delete
  23. Ced-nya aku setujuuu kl Kim Woo Bin yang peranin.. Heheheh
    kl Senna kok rasanya kurang pas yaaa.. *Hehehe

    ReplyDelete
  24. Aih Ced kayanya so sweet gitu ya :3 semoga berjodoh drngan dengan buku ini! Penasaran dengan kisah Ced dan senna wkwk

    ReplyDelete